Si Kecil Lebih Rewel dari Biasanya? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
July 3, 2026
BeeFams, akhir-akhir ini si kecil jadi lebih mudah marah, gampang menangis, atau ngambek karena hal-hal yang terlihat sepele? Padahal biasanya ia ceria dan aktif. Kondisi seperti ini sering kali membuat orang tua bingung sekaligus khawatir. Apakah ini hanya fase perkembangan, atau justru ada sesuatu yang sedang dirasakan anak?
Anak usia di atas 3 tahun masih berada dalam tahap belajar mengenali sekaligus mengelola emosinya. Saat merasa lelah, kecewa, lapar, atau bahkan tidak tahu bagaimana mengungkapkan perasaannya, mereka bisa menunjukkan hal tersebut melalui sikap yang lebih rewel dari biasanya.
Yuk, kenali berbagai penyebab anak menjadi lebih rewel agar kita bisa memberikan respons yang tepat dan membantu si kecil merasa lebih tenang.
Apa yang Dimaksud dengan Anak Rewel?
Setiap anak pasti pernah rewel dan hal itu normal terjadi. Namun, rewel bukan berarti anak nakal atau sengaja membuat orang tua kesal. Pada usia prasekolah hingga awal sekolah, kemampuan anak untuk mengatur emosi masih terus berkembang. Mereka belum selalu mampu menjelaskan apa yang dirasakan dengan kata-kata karena kemampuan berbahasanya masih berkembang dan kosa katanya terbatas untuk mengungkapkan isi hati.
Akibatnya, rasa kesal, sedih, kecewa, atau tidak nyaman sering kali muncul dalam bentuk rengekan, tangisan, mudah marah, atau tantrum ringan. Dengan kata lain, kerewelan sering menjadi salah satu cara anak berkomunikasi ketika ada kebutuhan fisik maupun emosional yang belum terpenuhi.
Apakah anak yang lebih rewel dari biasanya selalu menandakan ada masalah? Jawabannya, tidak selalu, ya, BeeFams!
Sesekali menjadi lebih sensitif atau mudah kesal merupakan bagian normal dari proses tumbuh kembang anak. Bahkan perubahan kecil dalam rutinitas sehari-hari saja sudah bisa memengaruhi suasana hatinya.
Namun, jika anak terus-menerus rewel tanpa penyebab yang jelas, disertai keluhan fisik, atau perilakunya berubah drastis dalam waktu yang cukup lama, orang tua sebaiknya lebih waspada dan mempertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter.
Kenapa Anak Bisa Tiba-Tiba Lebih Rewel?
Ada banyak hal yang dapat membuat anak menjadi lebih sensitif dibanding biasanya. Berikut beberapa penyebab yang paling sering terjadi.
1. Kelelahan atau Kurang Tidur
Anak yang terlalu lelah akan lebih sulit mengendalikan emosinya. Aktivitas yang padat, waktu tidur yang kurang, atau kualitas tidur yang tidak optimal dapat membuat anak menjadi lebih mudah menangis, mudah marah, dan sulit diajak bekerja sama.
2. Lapar atau Haus
Orang dewasa saja bisa menjadi lebih mudah emosi ketika lapar, begitu juga dengan anak-anak. Saat kadar energi menurun, anak mungkin belum mampu mengenali bahwa dirinya lapar. Justru yang muncul perubahan suasana hati, seperti menjadi mudah kesal, sulit fokus, atau tiba-tiba menangis tanpa alasan yang jelas.
3. Sakit atau Merasa Tidak Nyaman
Kadang-kadang, kerewelan menjadi tanda awal bahwa anak sedang tidak enak badan.
Misalnya:
- Demam
- Pilek
- Sakit tenggorokan
- Sakit telinga
- Sakit perut
- Sembelit
- Gangguan pencernaan lainnya
Karena belum mampu menjelaskan rasa sakit secara detail, anak sering kali hanya menunjukkan perubahan perilaku.
4. Sulit Mengungkapkan Perasaannya
Anak usia di atas 3 tahun memang mulai memiliki kemampuan berbicara yang lebih baik. Namun, bukan berarti mereka sudah bisa menjelaskan semua emosi yang dirasakan.
Misalnya, anak mungkin merasa kecewa karena kalah bermain, sedih karena bertengkar dengan temannya, atau cemburu terhadap saudaranya. Tetapi, ia belum tahu cara mengungkapkannya dengan tepat, sehingga emosinya keluar dalam bentuk kerewelan.
5. Terlalu Banyak Stimulasi
Lingkungan yang terlalu ramai juga dapat membuat anak merasa kewalahan. Suara yang bising, aktivitas yang padat, pesta, pusat perbelanjaan, atau acara keluarga yang berlangsung lama bisa membuat otak anak bekerja lebih keras memproses berbagai rangsangan di sekitarnya. Akibatnya, anak menjadi lebih mudah lelah dan emosinya pun lebih sulit dikendalikan.
6. Sedang Mencari Perhatian Orang Tua
Di tengah kesibukan sehari-hari, anak mungkin merasa waktu bersama orang tua berkurang. Saat kebutuhan akan perhatian dan kedekatan emosional belum terpenuhi, sebagian anak akan menunjukkannya dengan menjadi lebih rewel. Bukan karena ingin memanipulasi orang tua, tetapi mereka sedang berusaha mencari koneksi dan rasa aman.
7. Bosan atau Kurang Aktivitas
Anak memiliki energi yang besar dan rasa ingin tahu yang tinggi. Kalau aktivitasnya sehari-hari kurang bervariasi atau terlalu lama berada di rumah tanpa kegiatan yang menarik, rasa bosan dapat muncul. Kebosanan ini bisa berubah membuatnya jadi lebih mudah marah atau rewel.
8. Perubahan Rutinitas
Anak biasanya merasa lebih nyaman ketika memiliki rutinitas yang konsisten. Perubahan seperti mulai masuk sekolah, pindah rumah, atau orang tua makin sibuk bekerja bisa membuat anak membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Selama masa penyesuaian tersebut, ia mungkin menjadi lebih sensitif dibanding biasanya.
9. Terlalu Banyak Menggunakan Gadget
Paparan layar yang berlebihan juga dapat memengaruhi suasana hati anak karena terlalu terstimulasi oleh suara, cahaya, dan gambar yang bergerak cepat. Ketika waktu bermain gadget selesai, sebagian anak menjadi lebih mudah kesal atau sulit mengendalikan emosinya. Karena itu, penting untuk membatasi screen time sesuai usia serta tetap mendampingi anak saat menggunakan perangkat digital.
8 Cara Menghadapi Anak yang Sedang Rewel
Saat anak sedang rewel, respons orang tua memiliki peran besar dalam membantu mereka kembali tenang. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan:
1. Tetap Tenang
Melihat anak menangis atau marah memang dapat menguras kesabaran. Namun, usahakan untuk tetap tenang, ya BeeFams! Anak sering kali meniru emosi orang tua. Jadi, ketika orang tua berbicara dengan nada lembut dan tetap sabar, anak pun akan lebih mudah merasa aman.
2. Cari Tahu Penyebabnya
Sebelum langsung menegur atau memarahi, coba perhatikan apa yang mungkin sedang dirasakan anak. Apakah ia lapar? Mengantuk? Baru pulang sekolah? Sedang kecewa? Atau mungkin sedang kurang sehat? Dengan begitu orang tua bisa memberikan solusi yang lebih tepat.
3. Validasi Perasaan Anak
Anak juga ingin dipahami. Daripada mengatakan, “Sudah, jangan nangis terus," cobalah mengucapkan kalimat seperti: "Mama tahu kamu sedang kecewa" atau "Kamu lagi kesal, ya?" Kalimat sederhana seperti ini dapat membuat anak merasa didengarkan, sehingga emosinya lebih cepat mereda.
Selain itu, ketika emosi anak sedang memuncak bahkan sampai menangis, ia mungkin belum siap diajak berdiskusi. Berikan waktu beberapa saat agar ia bisa menenangkan diri terlebih dahulu. Setelah lebih tenang, baru ajak berbicara mengenai apa yang sebenarnya terjadi.
4. Cukup Tidur
Waktu tidur yang kurang teratur dan mengalami gangguan saat tidur, bisa memicu anak menjadi rewel. Karenanya, tidur cukup dan berkualitas sesuai jadwal bisa membantu anak lebih tenang.
5. Ajak Melakukan Aktivitas yang Menyenangkan
Mengalihkan perhatian ke aktivitas positif sering kali membantu memperbaiki suasana hati anak.
Misalnya:
- Bermain bersama
- Menggambar
- Membaca buku
- Berjalan santai di luar rumah
- Melakukan aktivitas fisik ringan
Selain mengurangi stres, kegiatan ini juga dapat mempererat hubungan antara orang tua dan anak.
6. Buat Rutinitas yang Teratur
Jadwal tidur, makan, mandi, belajar, dan bermain yang teratur dapat memberikan rasa aman bagi anak. Rutinitas yang konsisten juga membantu anak mengetahui apa yang akan dilakukan selanjutnya, sehingga ia tidak mudah merasa cemas atau kewalahan.
7. Batasi Penggunaan Gadget
Pastikan penggunaan gadget tetap sesuai kebutuhan dan usia anak. Imbangi waktu di depan layar dengan aktivitas fisik, bermain di luar ruangan, atau berinteraksi langsung bersama keluarga.
8. Penuhi Nutrisinya
Menjaga jadwal makan dan camilan tetap teratur dapat membantu mengurangi kondisi rewel anak. Pastikan juga kebutuhan nutrisi si kecil terpenuhi, ya. Misalnya, asupan serat, sebab kalau kekurangan serat, usus anak jadi kurang optimal bekerja dan membuat perutnya jadi tidak nyaman yang bisa membuatnya rewel.
Kapan Orang Tua Perlu Waspada?
Meskipun rewel merupakan bagian normal dari perkembangan anak, ada beberapa kondisi yang sebaiknya tidak diabaikan.
Segera konsultasikan dengan dokter bila anak:
- Terus-menerus rewel dan sulit ditenangkan
- Demam tinggi
- Muntah atau diare
- Menolak makan dan minum
- Tampak sangat lemas
- Mengeluh nyeri yang tidak kunjung membaik
- Perubahan perilakunya berlangsung dalam waktu lama hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Pemeriksaan sejak dini dapat membantu menemukan penyebab yang mendasarinya sekaligus memastikan anak mendapatkan penanganan yang tepat.
BeeFams, setiap anak memiliki cara yang berbeda dalam mengekspresikan perasaan dan kebutuhannya. Saat si kecil menjadi lebih rewel dari biasanya, cobalah melihatnya sebagai bentuk komunikasi, bukan sekadar perilaku yang perlu dihentikan.
Dengan mengenali penyebabnya dan merespons dengan sabar, orang tua dapat membantu anak belajar mengelola emosinya sekaligus membangun rasa aman dalam proses tumbuh kembangnya •
FAQ
1. Apa penyebab anak tiba-tiba lebih rewel?
Penyebabnya bisa beragam, seperti kurang tidur, lapar, sedang sakit, sulit mengungkapkan perasaan, terlalu banyak stimulasi, perubahan rutinitas, bosan, penggunaan gadget berlebihan, atau sedang membutuhkan perhatian orang tua.
2. Bagaimana cara menghadapi anak yang sedang rewel?
Orang tua dapat tetap tenang, mencari tahu penyebabnya, memvalidasi perasaan anak, menjaga rutinitas, memastikan anak cukup tidur dan mendapatkan nutrisi seimbang, serta mengajak anak melakukan aktivitas yang menyenangkan.
3. Kapan orang tua perlu membawa anak ke dokter?
Jika anak terus-menerus rewel dan sulit ditenangkan, disertai demam tinggi, muntah, diare, menolak makan atau minum, tampak lemas, mengeluh nyeri yang tidak membaik, atau perubahan perilakunya berlangsung lama.
Sumber:
- https://www.alodokter.com/rewel-pada-anak-ini-penyebab-dan-cara-mengatasinya
- https://hellosehat.com/parenting/anak-1-sampai-5-tahun/tumbuh-kembang-balita/anak-rewel-terus/
- https://www.parents.com/toddlers-preschoolers/discipline/improper-behavior/why-are-toddlers-so-moody/
Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh secara Alami
8 Cara Menjaga Kadar Gula Darah Normal
8 Manfaat Propolis untuk Kesehatanmu