Berat Badan Naik, Gula Darah Ikut Naik? Ini Hubungan Obesitas dan Diabetes
January 20, 2026
Kenaikan angka di timbangan dan gula darah sering kali saling berkaitan. Obesitas dan diabetes bukan hanya soal penampilan atau usia. Keduanya menjadi masalah kesehatan serius yang kini semakin sering dialami oleh berbagai kelompok usia, dari dewasa muda hingga lansia.
BeeFams, diabetes merupakan kondisi kronis ketika kadar gula darah berada di atas normal. Penyebab utamanya, gangguan kerja hormon insulin, baik karena tubuh tidak memproduksi insulin yang cukup, atau insulin tidak bekerja secara efektif. Padahal, insulin berperan penting untuk membantu gula darah masuk ke sel dan diubah menjadi energi.
Sementara itu, obesitas adalah kondisi saat penumpukan lemak tubuh berlebihan dan berisiko bagi kesehatan. Biasanya diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT). Jika IMT berada di atas 30, seseorang dikategorikan obesitas. Obesitas bukan sekadar “badan gemuk”, tapi kondisi medis yang dapat memicu berbagai penyakit serius, termasuk diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi.
Melansir dari CNBC, Indonesia menduduki urutan ke-5 sebagai negara yang jumlah penderita diabetes tertinggi di dunia. Menurut data dari International Diabetes Federation (IDF) 2021, sekitar 19,5 juta orang dewasa di Indonesia mengidap diabetes. Sedangkan Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan, angka obesitas juga melonjak dari 10,5% pada 2007 menjadi 23,4% pada 2023. Bahkan muncul istilah diabesity, yaitu kondisi ketika seseorang mengalami obesitas sekaligus diabetes tipe 2.
Apa Hubungan Obesitas dan Diabetes?
Obesitas dan diabetes saling berkaitan sebagai faktor risiko satu sama lain. Lemak tubuh berlebih, terutama lemak di area perut dan organ dalam, dapat mengganggu kerja insulin. Kondisi ini disebut resistensi insulin, yaitu saat sel-sel tubuh tidak merespons insulin dengan baik. Akibatnya, gula darah tetap tinggi di dalam darah.
Untuk mengimbanginya, tubuh memproduksi insulin dalam jumlah lebih banyak. Namun, jika kondisi ini terus terjadi, pankreas bisa “kelelahan” dan kemampuan insulin menurun. Inilah yang akhirnya memicu diabetes. Memang, tidak semua orang obesitas pasti terkena diabetes, tetapi risikonya bisa meningkat hingga beberapa kali lipat dibandingkan orang dengan berat badan ideal.
Kenapa Orang dengan Diabetes Rentan Mengalami Obesitas?
BeeFams, menurut laporan American Diabetes Association (ADA), di Amerika sekitar 90% penderita diabetes tipe 2 mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Beberapa penyebab utamanya antara lain:
· Insulin tidak bekerja maksimal
Kadar insulin yang tinggi dapat memicu rasa lapar berlebihan (hiperinsulinemia), sehingga penderita diabetes cenderung makan lebih banyak.
· Pola makan yang tidak teratur
Konsumsi karbohidrat sederhana berlebihan membuat gula darah naik-turun drastis, yang akhirnya memicu rasa lapar terus-menerus.
· Efek obat diabetes tertentu
Beberapa terapi diabetes dapat meningkatkan kadar insulin, yang secara tidak langsung memengaruhi kenaikan berat badan.
· Aktivitas fisik yang terbatas
Mudah lelah, takut gula darah turun, atau nyeri sendi membuat penderita diabetes kurang aktif bergerak.
Situasi ini bisa membentuk siklus: berat badan naik → resistensi insulin memburuk → gula darah sulit terkontrol → berat badan makin sulit turun.
Apa Dampak Obesitas dan Diabetes bagi Tubuh?
Jika tidak dikelola dengan baik, kombinasi obesitas dan diabetes dapat berdampak luas, antara lain:
· Mudah lelah dan sulit bernapas
· Nyeri sendi, lutut, dan punggung
· Gangguan tidur, mendengkur, hingga sleep apnea
· Asam lambung naik
· Tekanan darah tinggi dan risiko penyakit jantung
· Masalah kulit dan peradangan kronis
· Gangguan hormon, suasana hati, kecemasan, hingga depresi
· Kualitas hidup menurun dan produktivitas terganggu
Gimana ya Cara Mengatasinya?
Kabar baiknya, kondisi ini bisa dikontrol dan diperbaiki dengan langkah yang konsisten:
· Atur pola makan
Batasi karbohidrat sederhana, perbanyak serat, protein rendah lemak, dan lemak sehat dari bahan alami.
· Rutin bergerak
Jalan kaki, berenang, yoga, atau aktivitas ringan selama 30 menit sehari sudah sangat membantu sensitivitas insulin.
· Kelola stres dan tidur cukup
Kurang tidur dan stres kronis terbukti memperburuk gula darah dan meningkatkan nafsu makan.
· Dukung dengan suplemen alami
Selain gaya hidup sehat, tubuh juga bisa dibantu dengan suplemen alami sebagai pendamping.
HDI Propoelix™ sebagai Pendamping Alami
Dalam uji klinis terbaru pada penderita diabetes dengan obesitas, konsumsi HDI Propoelix™ selama 30 hari menunjukkan hasil positif. Tanpa penambahan dosis maupun jenis obat, hasilnya:
· Perbaikan gula darah puasa
· Penurunan risiko sumbatan pembuluh darah
· Perbaikan sensitivitas insulin
· Penurunan peradangan dalam tubuh
· Peningkatan daya tahan tubuh

Menariknya, peserta juga merasakan kualitas hidup yang lebih baik: tidur lebih nyenyak, kecemasan dan gejala depresi berkurang, fokus meningkat, serta produktivitas harian terasa lebih optimal.
BeeFams, obesitas dan diabetes saling memengaruhi dan dapat memperburuk satu sama lain jika tidak dikelola dengan baik. Namun, dengan perubahan gaya hidup bertahap, disiplin, dan dukungan suplemen alami seperti HDI Propoelix™, kondisi ini bukan sesuatu yang tidak bisa dikendalikan.
Jadi, jangan lupa ya, segera dapatkan HDI HDI Propoelix™ di hdi.com atau Center HDI untuk bantu kesehatan tubuhmu dan keluarga! •
Sumber:
· https://www.klikdokter.com/info-sehat/diabetes/penyebab-berat-badan-penderita-diabetes-tipe-2-susah-turun
· https://health.clevelandclinic.org/diabesity-the-connection-between-obesity-and-diabetes
· https://www.who.int/health-topics/diabetes#tab=tab_1
· https://www.who.int/health-topics/obesity#tab=tab_1
· https://diabetes.org/newsroom/press-releases/american-diabetes-association-launches-new-obesity-division
· https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20250630152234-33-644974/indonesia-masuk-5-besar-kasus-diabetes-tertinggi-di-dunia
8 Manfaat Propolis untuk Kesehatanmu
Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh secara Alami