Hukum Berhubungan Suami Istri Menjelang Subuh di Bulan Ramadan
March 16, 2026
BeeFams, selama Ramadan sering muncul berbagai pertanyaan seputar hal-hal yang dapat memengaruhi keabsahan puasa. Salah satunya mengenai hubungan suami istri di waktu malam, terutama jika waktunya sudah sangat dekat dengan subuh.
Dalam postingan @hdi.info beberapa waktu lalu, ada BeeFams yang mengirimkan pertanyaan di segmen #TanyaUstad tentang hukum berhubungan suami istri menjelang subuh dan belum sempat mandi junub. Lalu bagaimana dengan puasanya? Apakah tetap sah?
Berikut pertanyaan yang diajukan oleh BeeFams:
"Pak Ustaz, apa hukumnya berhubungan suami istri menjelang waktu subuh di bulan Ramadan, tetapi belum sempat mandi junub? Apakah puasanya tetap sah?"
Menanggapi pertanyaan tersebut, Dewan Pengawas Syariah HDI yaitu Assoc. Prof. Dr. H. M. Sofwan Jauhari, Lc., M.Ag. dan Fauzan Sugiyono, Lc., M.Ag. menjelaskan, dalam Islam hubungan suami istri diperbolehkan pada malam hari selama bulan Ramadan.
Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 187:
أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَى نِسَائِكُمْ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ فَالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ
Artinya:
“Dihalalkan bagi kalian pada malam hari bulan Ramadan untuk bercampur dengan istri kalian. Mereka adalah pakaian bagi kalian dan kalian adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa dahulu kalian mengkhianati diri kalian sendiri, lalu Dia menerima tobat kalian dan memaafkan kalian. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah Allah tetapkan bagi kalian.”
Ayat tersebut menjelaskan bahwa hubungan suami istri diperbolehkan pada malam hari selama bulan Ramadan, yaitu sejak waktu magrib hingga sebelum terbit fajar (subuh). Sementara itu, ketika waktu subuh telah masuk, maka dimulailah waktu berpuasa hingga magrib.
“Dalam kondisi tertentu, seseorang mungkin belum sempat mandi junub ketika waktu subuh tiba. Menurut penjelasan para ulama, hal ini tidak membatalkan puasa, selama hubungan tersebut dilakukan sebelum masuk waktu subuh dan aktivitas tersebut dihentikan ketika fajar telah terbit,” jelas Ustaz Sofwan.
Kondisi ini, lanjut Ustaz Sofwan, dapat diibaratkan seperti orang yang sedang sahur. Ketika waktu subuh tiba, maka aktivitas makan dan minum harus segera dihentikan. Begitu pula dengan hubungan suami istri yang dilakukan pada malam hari, batas waktunya adalah hingga sebelum subuh.
Jadi, jika suami istri melakukan hubungan badan sebelum subuh, dan belum mandi junub ketika subuh menjelang, maka puasanya tetap sah. Tidak perlu mengqada dan tidak ada kafarat.
“Namun demikian, seseorang yang masih dalam keadaan junub tetap dianjurkan untuk segera mandi junub agar dapat melaksanakan salat subuh dalam keadaan suci,” tambah Ustaz Fauzan.
Dalam Islam, orang yang berhadas besar atau junub diwajibkan mandi sesegera mungkin, karena orang yang sedang junub akan dijauhi oleh malaikat-malaikat pembawa rahmat.
BeeFams, Ramadan memang bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Tetapi juga menjadi momen untuk terus belajar memperbaiki ibadah dan memahami aturan-aturan dalam Islam dengan lebih baik, agar kita bisa menjalankannya lebih tenang dan sesuai tuntunan syariat. Jika masih memiliki pertanyaan seputar ibadah selama Ramadan, jangan ragu untuk terus mencari ilmu dari sumber yang terpercaya, ya!
Semoga penjelasan ini bisa menambah wawasan BeeFams dan membantu menjalani Ramadan dengan lebih nyaman dan penuh keberkahan. Selamat berpuasa! •
Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh secara Alami
8 Manfaat Propolis untuk Kesehatanmu