Ini Cara Efektif Mencegah Demam Berdarah di Lingkungan Rumah
February 5, 2026
Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan yang sering muncul di lingkungan rumah, terutama di daerah tropis seperti Indonesia. Meski terdengar seperti “penyakit musiman”, nyatanya risiko DBD bisa mengintai kapan saja kalau lingkungan sekitar mendukung berkembangnya nyamuk. Oleh karena itu, langkah pencegahan penting terus dilakukan.
BeeFams, dikutip dari situs web kemkes.go.id, Pusat Krisis Kesehatan mengingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit ini. Sebab sejak Desember 2025 tercatat ada 161.752 kasus dengue, dengan angka kejadian sekitar 50 kasus per 100.000 penduduk. Dalam periode yang sama, ada 673 kematian akibat dengue. Penyebaran kasusnya juga merata di 36 provinsi. Tingginya mobilitas penduduk, perubahan iklim, dan kondisi lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk menjadi faktor penting meningkatnya risiko penularan dengue.
Kabar baiknya, pencegahan demam berdarah sebenarnya bisa dilakukan mulai dari hal-hal sederhana di rumah. Dengan kebiasaan yang konsisten dan kerja sama seluruh anggota keluarga, risiko penularan DBD dapat ditekan.
Kenapa DBD Mudah Menular?
Sebelum membahas pencegahan demam berdarah, penting untuk memahami kenapa penyakit ini begitu mudah menyebar. DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.
Nyamuk ini punya beberapa karakteristik yang membuatnya “efektif” menyebarkan penyakit. Karakteristik itu adalah:
- Menggigit di Pagi Hari
Nyamuk Aedes aktif menggigit pada pagi hingga sore hari, bukan malam hari seperti nyamuk pada umumnya. Artinya, meski rumah terlihat bersih dan pintu tertutup rapat di malam hari, risiko gigitan tetap tinggi di siang hari saat aktivitas rumah tangga berlangsung.
- Berkembang Biak di Genangan Air Bersih
Nyamuk ini sangat suka berkembang biak di genangan air bersih, seperti bak mandi, vas bunga, talang air, dispenser, hingga wadah air hewan peliharaan. Menurut Kementerian Kesehatan RI, satu nyamuk betina bisa bertelur ratusan butir dan telur tersebut dapat bertahan dalam kondisi kering selama berbulan-bulan.
- Masa Inkubasi yang Singkat
Virus dengue memiliki masa inkubasi yang relatif singkat, sekitar 4–10 hari setelah gigitan. Ini membuat penularan bisa terjadi cepat, terutama di lingkungan padat penduduk. WHO juga menyebutkan, tingginya mobilitas manusia dan kepadatan permukiman mempercepat penyebaran DBD di area perkotaan.
3M Plus
Hingga kini, 3M Plus masih menjadi strategi utama yang direkomendasikan Kementerian Kesehatan RI dan WHO. Metodenya sederhana, mudah diterapkan, dan terbukti efektif bila dilakukan secara konsisten.
- Menguras
Menguras tempat penampungan air seperti bak mandi, ember, atau toren minimal seminggu sekali. Menguras tidak cukup hanya membuang airnya, tapi juga menyikat dinding wadah untuk menghilangkan telur nyamuk yang menempel.
- Menutup
Menutup rapat semua tempat penampungan air agar nyamuk tidak bisa masuk dan bertelur.
- Mendaur Ulang
Barang-barang bekas yang bisa menampung air hujan, seperti kaleng, botol, ban bekas, atau wadah plastik, sebaiknya didaur ulang atau dibuang dengan benar.
- Plus
Bagian “Plus” berarti langkah tambahan untuk memperkuat pencegahan demam berdarah, seperti:
- Menaburkan larvasida (abate) di tempat air yang sulit dikuras
- Memelihara ikan pemakan jentik
- Menggunakan kelambu atau kasa nyamuk
- Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah
CDC (Centers for Disease Control and Prevention) menegaskan, pengendalian tempat berkembang biaknya nyamuk merupakan cara paling efektif untuk mencegah DBD ketimbang hanya mengandalkan fogging.
Perlindungan Tubuh dari Gigitan Nyamuk
Selain mengelola lingkungan, pencegahan demam berdarah juga perlu dilakukan dengan melindungi tubuh dari gigitan nyamuk secara langsung.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:
- Menggunakan lotion atau spray antinyamuk, terutama di pagi dan sore hari atau saat beraktivitas di luar ruangan
- Memakai pakaian berlengan panjang dan celana panjang saat beraktivitas di rumah
- Menggunakan kelambu saat tidur, khususnya untuk bayi dan balita
- Memasang kasa nyamuk di ventilasi dan jendela
Pencegahan Demam Berdarah di Rumah dan Lingkungan
Pencegahan demam berdarah tidak bisa hanya fokus pada satu titik saja. Rumah, halaman, dan lingkungan sekitar perlu diperhatikan secara menyeluruh.
Di dalam rumah:
- Rutin membersihkan tempat-tempat tersembunyi seperti kolong lemari, belakang kulkas, dan pot tanaman
- Tidak membiarkan genangan air di kamar mandi atau dapur
- Mengganti air vas bunga dan tempat minum hewan setiap hari
Di luar rumah:
- Membersihkan talang air agar tidak tersumbat
- Menutup lubang atau cekungan yang bisa menampung air hujan
- Menjaga kebersihan selokan dan halaman
Mulai dari Kebiasaan Kecil
Pencegahan demam berdarah akan jauh lebih efektif jika dilakukan bersama-sama. Peran keluarga sangat penting sebagai benteng pertama, dimulai dari kebiasaan kecil di rumah.
Di tingkat keluarga:
- Membiasakan anak peduli kebersihan lingkungan
- Menjadwalkan kegiatan “cek jentik” mingguan
- Saling mengingatkan antar anggota keluarga
Di tingkat masyarakat:
- Mengaktifkan kembali kerja bakti rutin
- Mendukung program Jumantik (Juru Pemantau Jentik)
- Melaporkan kasus DBD ke fasilitas kesehatan setempat
WHO menegaskan, keterlibatan komunitas menjadi kunci utama dalam pengendalian DBD karena nyamuk.
Dukungan Daya Tahan Tubuh sebagai Pelengkap Pencegahan
Selain menghindari gigitan nyamuk, menjaga daya tahan tubuh juga menjadi bagian penting dari upaya pencegahan secara menyeluruh. Tubuh dengan sistem imun yang baik akan lebih siap menghadapi infeksi, meskipun pencegahan utama tetap menghindari gigitan nyamuk.
Beberapa riset ilmiah menunjukkan, senyawa alami dengan sifat antioksidan dan imunomodulator, seperti yang terkandung dalam propolis, dapat membantu mendukung sistem kekebalan tubuh. Ditambah dengan pola hidup sehat dan dukungan nutrisi yang tepat dapat membantu tubuh tetap optimal.
HDI Propoelix™ Pendukung Daya Tahan Tubuh Keluarga
HDI Propoelix™ telah teruji klinis dan kaya antioksidan kuat untuk bantu tingkatkan daya tahan tubuh dan kesehatan menyeluruh, termasuk pemulihan dari demam berdarah.
Ditambah lagi HDI Propoelix™ memiliki berbagai manfaat utama seperti:
- Bantu menghambat peradangan
- Bantu melindungi tubuh dari stres oksidatif lingkungan sehari-hari
- Mampu melawan proses oksidasi yang merugikan

Agar manfaatnya optimal, konsumsi HDI Propoelix™ sesuai kebutuhan tubuh:
- Penderita DBD: 2 vegecaps, 3 kali sehari
- Memelihara daya tahan tubuh harian: 1 vegecap, 1 kali sehari
Selain itu, sebagai bentuk pencegahan bisa menggunakan spray antinyamuk dari bahan-bahan alami seperti Better Botanics Buzz Away Propolis Spray yang teruji klinis melindungi kulit 6-8 jam dari gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Culex quinquefasciatus.

Yuk, segera dapatkan HDI Propoelix™ dan Better Botanics Buzz Away Propolis Spray di hdi.com atau Center HDI. Khusus pembelian HDI Propoelix™, tersedia promo Special Cashback yang bikin belanja makin untung! •
Sumber:
- https://ayosehat.kemkes.go.id/pemberantasan-sarang-nyamuk-dengan-3m-plus
- https://www.mitrakeluarga.com/artikel/cara-mencegah-demam-berdarah
- https://www.halodoc.com/kesehatan/demam-berdarah?srsltid=AfmBOoqrbpnP0XEY4fmoUAvXGC9jeQIJHq-gOEXi7cqbsR_dIPXOxsBK
- https://penanggulangankrisis.kemkes.go.id/waspada-demam-berdarah-dengue
8 Manfaat Propolis untuk Kesehatanmu
HDI Berbagi di Hari Anak Sedunia
Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh secara Alami