jaga-asupan-gula-si-kecil-sejak-dini

Jaga Asupan Gula si Kecil Sejak Dini

July 24, 2025

Di balik rasa manis gula yang banyak disukai anak-anak ada risiko kesehatan yang perlu diwaspadai, lho! Apa aja, ya?


BeeFams, menurut Data Survei Kesehatan Indonesia, lebih dari 50% anak usia 3–14 tahun minum minuman manis lebih dari sekali sehari. Bahkan, kelompok usia anak merupakan yang paling tinggi konsumsi minuman manisnya dibandingkan kelompok usia lainnya. Padahal konsumsi gula yang berlebihan pada anak nggak cuma bikin gigi bolong, tapi ada efek-efek lainnya seperti berikut ini:


Konsentrasi menurun

Penelitian menunjukkan, asupan gula berlebih bisa mengganggu kerja otak anak. Akibatnya, mereka jadi lebih susah fokus dan ingat pelajaran.


Obesitas

Delapan dari 100 anak di Indonesia mengalami obesitas. Salah satu pemicunya konsumsi gula berlebih dan makanan minim nutrisi.


Diabetes Tipe 2

Kalau dulu diabetes tipe 2 baru muncul setelah usia 40 tahun, kini anak usia 6 tahun pun sudah ada yang mengalaminya. Hal ini berkaitan dengan pola makan tinggi gula dan gaya hidup minim gerak.


Pentingnya Membatasi Gula

Gula memang dibutuhkan sebagai sumber energi, tapi sebaiknya tetap dibatasi. Anak-anak juga butuh energi dari gula, tapi dalam jumlah yang tepat. Kelebihan gula akan disimpan sebagai lemak yang bisa berujung ke berbagai masalah kesehatan. Kebiasaan makan dan minum manis setiap hari bisa jadi “bom waktu” untuk kesehatan anak kelak. Karenanya, penting membantu anak membentuk pola makan yang lebih sehat sejak dini.


Berapa batas aman konsumsi gula untuk anak?

  1. Anak 2–6 tahun: maksimal 19 gram (4 sendok teh) per hari
  2. Anak 7–10 tahun: maksimal 24 gram (6 sendok teh) per hari
  3. Anak 11–18 tahun: maksimal 25 gram (6 sendok teh) per hari


Bagaimana Mengatur Konsumsi Gula Anak?

  1. Pilih buah segar dibandingkan camilan manis seperti donat atau biskuit.
  2. Hindari minuman manis dalam kemasan, cukup dibatasi hingga 240 ml per minggu untuk anak-anak.
  3. Jadikan makanan manis sebagai camilan sesekali, bukan makanan harian.
  4. Ajak si kecil aktif bergerak agar gula yang masuk bisa terpakai sebagai energi.
  5. Gantilah gula putih dengan madu yang mengandung nutrisi tambahan. Pastikan kamu pilih madu berkualitas tinggi seperti HDI Clover Honey yang bisa menjadi sumber energi dan pengganti gula, serta mengandung enzim, vitamin, dan mineral penting untuk tubuh.

Kandungan air pada HDI Clover Honey juga rendah (kurang dari 17%) sehingga tidak mudah mengalami fermentasi. Selain itu memiliki nilai indeks glikemik (53) dan indeks insulin

(49) yang tergolong rendah, sehingga aman dikonsumsi jangka panjang untuk penderita diabetes dan seluruh keluarga.


Untuk mengonsumsinya, bisa dengan melarutkan satu sendok makan HDI Clover Honey dalam segelas air atau pengganti gula dalam jus buah.

Dengan rasanya yang lezat juga bisa menjadi olesan roti tawar atau topping pancake yang disukai si kecil.


Dapatkan segera produknya di hdi.com, ya!


Sumber

  1. https://www.kompas.id/baca/humaniora/2024/05/30/lebih-dari-50-persen-anak-konsumsi-minuman-manis-berlebihan-diabetes-kian-mengancam
  2. https://www.alodokter.com/hati-hati-gula-berlebih-dapat-mengganggu-tumbuh-kembang-anak
  3. https://hellosehat.com/parenting/anak-6-sampai-9-tahun/gizi-anak/pentingnya-gula-untuk-anak/




Copyrights © 2026 by HDI. All Rights Reserved.
TUV-SUD KAN