Lebih Dari Penyakit Fisik, Diabetes Juga Menguji Kesehatan Mental
November 10, 2025
Kita sering dengar kalau diabetes bisa bikin tubuh lemah, tapi jarang yang menyadari kalau penyakit ini juga bisa menguras kesehatan mental penderitanya, loh!
Sebuah survei dari International Diabetes Federation (IDF) menemukan, 77% penderita diabetes pernah mengalami kecemasan, depresi, atau gangguan mental lain akibat kondisi mereka. Mulai dari rasa cemas soal pengobatan sampai kelelahan emosional karena harus mengatur pola makan dan obat setiap hari, semuanya bisa menumpuk dan bikin stres.
Apa saja ya, alasan paling umum yang menguras mental penderita diabetes?
- Takut komplikasi (83%)
- Mengatur pengelolaan diabetes setiap hari (76%)
- Stigma dan diskriminasi (58%)
- Takut jarum suntik (55%)
Walau tidak selalu berujung pada gangguan mental, sebanyak 79% responden survei mengaku merasa kelelahan akibat diabetes (diabetes burnout). Lebih mengkhawatirkannya lagi, banyak penderita yang sampai menunda atau menghentikan pengobatan karena stres. Bahkan 3 dari 4 penderita berharap bisa mendapatkan dukungan emosional dari tenaga kesehatan, bukan hanya pengobatan fisik.
Di sisi lain, survei dari Diabetes UK juga menunjukkan 3 dari 5 penderita diabetes merasa kesepian atau sedih karena kondisi mereka. Hanya 30% yang merasa benar-benar bisa mengendalikan penyakitnya. Artinya, banyak dari mereka yang berjuang sendirian.
Pikiran dan Tubuh, Apa Hubungannya?
BeeFams, memang apa sih hubungan pikiran dan tubuh? Nah, ternyata keduanya saling terhubung erat, loh! Saat stres, hormon tubuh bisa membuat kadar gula darah naik-turun tak terduga.
Begitu juga sebaliknya, kalau kadar gula darah tidak stabil, suasana hati bisa ikut berubah. Karena itu, perawatan diabetes seharusnya tidak cuma fokus pada kadar gula darah, tapi juga kesejahteraan mental.
Banyak aspek kehidupan sehari-hari yang memengaruhi kesehatan mental. Ketika berinteraksi dengan orang lain, menghadapi stres, hingga membuat keputusan. Hal ini dapat turut berpengaruh dan membuat seseorang lebih sulit konsisten melakukan perawatan diabetesnya.
Masalah Mental yang Sering Terjadi
Berikut ini beberapa masalah mental yang sering terjadi pada penderita diabetes.
- Depresi
Penderita diabetes 2–3 kali lebih berisiko mengalami depresi dibanding orang tanpa diabetes. Gejalanya bisa berupa rasa sedih berkepanjangan, kehilangan semangat, gangguan tidur, hingga pikiran untuk menyerah.
Kabar baiknya, depresi bisa diatasi dengan terapi, obat, atau kombinasi keduanya, yang penting, jangan hanya diam tanpa berusaha mengatasi depresi tersebut.
- Stres dan Kecemasan
Stres memang bisa datang dari mana saja. Mulai dari macet, pekerjaan, atau rutinitas perawatan diabetes yang melelahkan. Kalau dibiarkan, stres bisa bikin kadar gula darah ikut berantakan.
Kamu bisa coba beberapa cara sederhana ini untuk menenangkan diri:
- Jalan kaki sebentar atau olahraga ringan
- Meditasi, yoga, atau latihan pernapasan
- Bercerita kepada teman yang bisa dipercaya
- Istirahat dan tidur cukup
- Kurangi kafein dan alkohol
- Diabetes Distress
Istilah ini menggambarkan rasa jenuh dan lelah yang terus-menerus karena harus berhadapan dengan diabetes setiap hari. Meski kadang kamu merasa sudah berusaha, tapi hasilnya tidak terlihat. Cara terbaik mengatasinya bisa dengan:
- Berkonsultasi dengan dokter atau konselor kesehatan mental
- Bertemu edukator diabetes untuk bersama-sama mencari solusi
- Fokus pada tujuan kecil terlebih dahulu, misalnya rutin cek gula darah atau makan lebih teratur
Kamu Bisa Pulih
BeeFams, ketika kondisi mental membaik, tubuh juga biasanya ikut membaik. Dukungan keluarga dan lingkungan punya peran besar untuk membantu penderita diabetes tetap semangat.
Oleh karena itu, kalau kamu punya orang terdekat yang sedang berjuang dengan diabetes, dengarkan, jangan menghakimi, dan bantu mereka merasa tidak sendirian, ya.
Untuk membantu menjaga energi dan semangat setiap hari, kamu bisa mendukung kesehatan tubuh melalui asupan alami seperti HDI Clover Honey. Madu murni dengan nutrisi alami yang bantu tubuh tetap bertenaga.
Selain itu, menurut penelitian AMILI Precision Gut Microbiome Company di Singapura, HDI Clover Honey juga teruji klinis mendukung gaya hidup sehat. Salah satu manfaatnya dapat meningkatkan serotonin yang berfungsi dalam memperbaiki suasana hati, memori, dan kemampuan belajar.
Dalam penelitian berjudul Detection of Serotonin, Melatonin, and Their Metabolites in Honey disebutkan, madu dapat membantu melepaskan hormon serotonin dan mengubahnya menjadi melatonin yang bisa meningkatkan kualitas tidur menjadi lebih baik.
HDI Clover Honey juga memiliki nilai indeks glikemik (53) dan indeks insulin (49) yang tergolong rendah, sehingga bisa jadi pilihan karena bisa menjadi sumber energi dan pengganti gula yang aman dikonsumsi sesuai aturan pakai untuk penderita diabetes. Ditambah, mengandung vitamin dan mineral penting untuk tubuh dan bisa melindungi saluran pencernaan.
Spesial menyambut World Diabetes Day, mulai 5-30 November 2025 kamu bisa nikmati promo Sweet Honey! Dengan belanja minimal satu Better Set (Better Inside/ Better Outside), kamu bisa dapat HDI Clover Honey 500 gram dengan diskon hingga 20%!
Segera ke hdi.com atau kunjungi HDI Center terdekat di kotamu ya, sebelum kehabisan! •
Sumber:
- https://www.viva.co.id/gaya-hidup/kesehatan-intim/979435-3-dari-5-penderita-diabetes-alami-masalah-kesehatan-mental
- https://idf.org/news/diabetes-hidden-burden/
- https://www.cdc.gov/diabetes/living-with/mental-health.html
- Kim, T. K., Atigadda, V. R., Brzeminski, P., Fabisiak, A., Tang, E. K. Y., Tuckey, R. C., Reiter, R. J., & Slominski, A. T. (2022). Detection of Serotonin, Melatonin, and Their Metabolites in Honey. Melatonin Research.
10 Cara Mengembangkan Otak Cerdas si Kecil
Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh secara Alami
8 Manfaat Propolis untuk Kesehatanmu