waspada-virus-dari-tikus-kenali-hantavirus-dan-cara-pencegahannya

Waspada Virus dari Tikus! Kenali Hantavirus dan Cara Pencegahannya

May 21, 2026

Ditinjau Oleh:

BeeFams, belakangan ini nama hantavirus mulai ramai dibicarakan setelah muncul laporan beberapa kasus positif dan suspek di Indonesia maupun kasus klaster internasional yang dikaitkan dengan kapal pesiar di Amerika Selatan. Meski tergolong penyakit yang jarang terjadi, hantavirus tetap perlu diwaspadai karena dapat menyerang paru-paru maupun ginjal dan menimbulkan komplikasi serius bila terlambat ditangani.

Namun, BeeFams, kita tidak perlu panik berlebihan. Hingga saat ini, penyebaran hantavirus masih relatif terbatas dan tidak semudah virus pernapasan seperti Covid-19. Hal yang paling penting adalah mengenali cara penularannya, menjaga kebersihan lingkungan, dan mempertahankan daya tahan tubuh tetap optimal.

Apa Itu Hantavirus?

Hantavirus adalah kelompok virus zoonosis, yaitu virus yang secara alami hidup pada hewan pengerat seperti tikus dan mencit, lalu dapat menular ke manusia. Penularan biasanya terjadi melalui urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi.

Virus ini paling sering masuk ke tubuh saat seseorang menghirup partikel debu yang tercemar kotoran atau urine tikus, terutama ketika membersihkan area yang lama tertutup seperti gudang, loteng, garasi, atau rumah kosong.

Secara umum, hantavirus dapat menyebabkan dua jenis gangguan utama pada manusia:

  • Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), menyerang paru-paru dan sistem pernapasan. Jenis ini banyak ditemukan di kawasan Amerika dan dapat berkembang sangat cepat menjadi gagal napas. 
  • Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), menyerang pembuluh darah dan ginjal. Jenis ini lebih sering ditemukan di Asia dan Eropa, termasuk beberapa kasus yang pernah ditemukan di Indonesia. 

BeeFams, jenis hantavirus yang saat ini menjadi perhatian dunia adalah varian Andes yang ditemukan di Amerika Selatan. Varian ini dikenal lebih virulen dan memiliki tingkat kematian cukup tinggi. Berbeda dengan sebagian besar hantavirus lain, varian Andes juga dilaporkan memiliki kemungkinan penularan antarmanusia melalui kontak erat dalam durasi tertentu.

Meski demikian, para ahli menilai penularannya tidak mudah dan tidak menyebar melalui udara bebas seperti Covid-19.

Bagaimana Situasi Hantavirus di Indonesia?

Di Indonesia, laporan kasus hantavirus memang masih relatif sedikit, tetapi keberadaan virus ini sudah pernah ditemukan baik pada manusia maupun rodensia (hewan pengerat).

Beberapa penelitian juga menemukan keberadaan virus Seoul (Seoul virus/SEOV), salah satu jenis hantavirus yang banyak ditemukan di Asia. Jenis ini umumnya ditularkan dari tikus ke manusia, bukan dari manusia ke manusia.

Walaupun kasus di Indonesia umumnya tidak seganas varian Andes, hantavirus tetap dapat menyebabkan kondisi serius, terutama bila terlambat dikenali dan ditangani.

Gejala Hantavirus yang Perlu Diwaspadai

Pada tahap awal, gejala hantavirus sering menyerupai flu biasa sehingga banyak orang tidak menyadarinya. Gejala awal yang umum muncul antara lain:

  • Demam 
  • Nyeri otot 
  • Sakit kepala 
  • Tubuh terasa lemas 
  • Mual atau muntah 
  • Diare 
  • Nyeri perut 

Masa inkubasi hantavirus cukup panjang, yaitu sekitar 1–8 minggu setelah terpapar virus.

Pada beberapa kasus, gejala kemudian berkembang menjadi lebih serius dalam beberapa hari, seperti:

  • Batuk 
  • Sesak napas 
  • Nyeri dada 
  • Gangguan pernapasan 
  • Gangguan ginjal 
  • Tekanan darah menurun 

Pada kondisi berat, paru-paru dapat terisi cairan sehingga menyebabkan gagal napas hingga syok. Karena itu, BeeFams sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala tersebut setelah kontak dengan lingkungan yang banyak tikus atau ditemukan jejak kotoran tikus.

Bagaimana Hantavirus Menular?

Penularan hantavirus paling sering terjadi melalui:

  • Menghirup udara yang terkontaminasi urine atau kotoran tikus 
  • Menyentuh benda yang terkontaminasi lalu menyentuh wajah tanpa mencuci tangan 
  • Mengonsumsi makanan yang terkontaminasi 
  • Gigitan tikus yang terinfeksi 

Risiko paparan lebih tinggi pada orang yang:

  • Tinggal di lingkungan dengan populasi tikus tinggi 
  • Membersihkan gudang atau bangunan lama 
  • Bekerja di area konstruksi, pergudangan, atau pengendalian hama 
  • Sering melakukan aktivitas outdoor seperti berkemah atau mendaki gunung 

6 Cara Sederhana Mencegah Hantavirus di Rumah

Karena hingga saat ini belum tersedia vaksin khusus untuk hantavirus, maka pencegahan menjadi langkah yang paling penting.

1. Jangan Membersihkan Kotoran Tikus dalam Kondisi Kering

BeeFams, hindari langsung menyapu kotoran tikus dalam keadaan kering karena partikel virus bisa beterbangan di udara. Sebaiknya semprot terlebih dahulu menggunakan disinfektan atau cairan pemutih.

2. Gunakan Masker dan Sarung Tangan

Terutama saat membersihkan gudang, loteng, atau area yang lama tidak digunakan.

3. Tutup Akses Tikus Masuk ke Rumah

Periksa ventilasi, plafon, dan celah rumah yang bisa menjadi jalan masuk tikus.

4. Simpan Makanan dengan Baik

Gunakan wadah tertutup agar makanan tidak terkontaminasi urine atau kotoran tikus.

5. Rajin Mencuci Tangan

Biasakan mencuci tangan menggunakan sabun setelah membersihkan rumah atau beraktivitas di area berisiko.

6. Jaga Daya Tahan Tubuh

Saat daya tahan tubuh menurun, tubuh menjadi lebih rentan terhadap berbagai infeksi, termasuk infeksi virus. Karena itu, penting menjaga pola makan bergizi, tidur cukup, olahraga rutin, dan mengelola stres dengan baik.

Pentingnya Menjaga Imunitas di Tengah Risiko Penyakit

BeeFams, munculnya berbagai penyakit menular belakangan ini jadi pengingat kalau menjaga kesehatan sebaiknya dilakukan setiap hari, bukan hanya saat tubuh mulai sakit, tetapi perlu menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari.

Selain menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat, tubuh juga membutuhkan dukungan nutrisi untuk membantu menjaga sistem imun tetap optimal.

Salah satunya dengan mengonsumsi HDI Propoelix™, ekstrak propolis yang membantu menjaga daya tahan tubuh sehari-hari. Propolis dikenal mengandung bioflavonoid dan antioksidan yang membantu melindungi tubuh dari paparan radikal bebas sekaligus mendukung sistem imun bekerja lebih optimal.

Selain itu, kandungan aktif dalam propolis juga dikenal memiliki sifat antiinflamasi yang membantu mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.

HDI Propoelix™ juga memiliki kandungan polifenol tinggi, yaitu salah satu jenis antioksidan yang membantu mengurangi risiko kerusakan sel akibat radikal bebas. Di dalamnya terdapat berbagai senyawa bioaktif seperti galangin, chrysin, pinocembrin, naringenin, CAPE (Caffeic Acid Phenethyl Ester), cinnamic acid, apigenin, dan rutin yang dikenal memiliki manfaat sebagai antioksidan serta membantu mendukung kesehatan tubuh.

BeeFams, menjaga kesehatan adalah investasi jangka panjang. Mulailah dari langkah sederhana: menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan pola hidup sehat, dan menjaga daya tahan tubuh agar tetap optimal setiap hari.

Kamu bisa temukan HDI Propoelix™ di hdi.com atau Center HDI terdekat. Menariknya, khusus bulan ini HDI Propoelix™ hadir dalam Promo Bee Best Combo bersama HDI Clover Honey dan kamu bisa hemat hingga 25%.

Yuk, bantu jaga daya tahan tubuh dan lengkapi rutinitas sehatmu mulai sekarang! • 



Sumber:

  • https://www.halodoc.com/artikel/ini-6-fakta-tentang-hantavirus-pulmonary-syndrome 
  • https://wartakota.tribunnews.com/news/890092/suspek-hantavirus-di-jakarta-naik-jadi-6-dinkes-dki-tingkatkan-kewaspadaan 
  • https://www.alodokter.com/hantavirus 
  • https://www.who.int/news-room/events/detail/2026/05/20/default-calendar/hantavirus-in-focus-i-what-we-know-and-what-it-means
  • https://www.cdc.gov/hantavirus/about/index.html


Copyrights © 2026 by HDI. All Rights Reserved.
TUV-SUD KAN