waspada-kasus-diabetes-pada-anak-naik-70-kali-lipat

Waspada, Kasus Diabetes pada Anak Naik 70 Kali Lipat!

November 3, 2025

BeeFams, dulu diabetes identik dialami orang dewasa, tapi siapa sangka kini menyerang anak-anak. Tercatat kasus diabetes pada anak di 2023 meningkat 70 kali lipat sejak 2010. Sedangkan di tahun ini ada 1.948 anak di Indonesia yang mengalami diabetes tipe 1, terbanyak dialami 58% anak perempuan.

Menurut data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ada 527 kasus baru diabetes tipe 1 pada anak di tahun ini. Tentu saja hal ini membuat para orang tua khawatir, oleh karena itu, penting untuk mengetahui seputar diabetes pada anak. 

Saat kadar gula dalam darah terlalu tinggi karena tubuh tidak memproduksi insulin atau tidak bisa menggunakan insulin dengan baik, saat itulah terjadi diabetes. Padahal insulin sangat penting karena tugasnya membantu sel-sel tubuh menggunakan gula sebagai energi. Hal ini tentu bisa mengganggu tumbuh kembang si kecil jika tidak segera ditangani.

Secara umum ada dua tipe diabetes. Pada anak paling sering terjadi diabetes tipe 1, yang merupakan penyakit autoimun dan membuat sistem daya tahan tubuh keliru menyerang pankreas, organ yang menghasilkan insulin. Dampaknya, tubuh anak hampir tidak bisa menghasilkan insulin. Karenanya, anak harus mendapat suntikan insulin seumur hidup agar kadar gula darahnya terkendali. 

Beberapa faktor berikut ini diketahui bisa meningkatkan risiko anak mengalami diabetes, seperti:

1. Faktor genetik atau jika ada anggota keluarga dengan diabetes tipe 1.

Penyakit diabetes memiliki potensi diturunkan. Jika orang tua atau ada saudara kandung yang mengidap diabetes tipe 1 atau tipe 2 dapat berisiko tinggi diturunkan juga ke anak. 

2. Terinfeksi virus tertentu

Beberapa virus tertentu dapat memicu kerusakan autoimun pada sel islet (sel di dalam pankreas yang menghasilkan hormon insulin), akibatnya, produksi insulin berkurang.

Diabetes Tipe 2

Nah, kalau diabetes tipe 1 terjadi karena tubuh tidak bisa memproduksi insulin, pada diabetes tipe 2 masalahnya ada cara tubuh menggunakan insulin atau resistensi insulin. Sel-sel tubuh anak sulit menggunakan insulin untuk memanfaatkan gula darah sebagai energi. Dalam beberapa kasus, produksi insulin juga ikut menurun, sehingga kadar gula darah anak bisa meningkat.

Biasanya, diabetes tipe 2 muncul pada anak usia di atas 10 tahun dan remaja, terutama yang berat badannya berlebih atau kurang aktif bergerak. Berikut ini beberapa faktor risikonya:

1. Obesitas atau berat badan berlebih

Anak yang berat badannya berlebih berisiko terkena diabetes tipe 2 karena jaringan lemak yang ada di antara otot dan sekitar perut cenderung menyebabkan resistensi insulin. 

2. Konsumsi tinggi gula dan lemak

Saat ini sering kita lihat banyak anak yang mengonsumsi makanan dan minuman manis, serta daging merah atau daging olahan. Rasanya yang lezat bisa membangkitkan selera makan anak. Namun, jika tidak dikontrol dengan baik bisa meningkatkan risiko anak mengalami diabetes tipe 2.

3. Kurang bergerak

Saat ini gadget memang menjadi salah satu hal yang melekat dengan dunia anak, salah satunya sebagai media hiburan. Namun, kecanduan gadget bisa membuat anak malas bergerak atau beraktivitas. Sedangkan aktivitas fisik sangat penting dalam membakar lemak dalam tubuh yang menumpuk dan berisiko menyebabkan diabetes. 

4. Riwayat keluarga dengan diabetes

Adanya anggota keluarga yang mengidap diabetes juga meningkatkan risiko terkena penyakit ini.

Bagaimana mencegah diabetes tipe 2 pada anak?

1. Menerapkan pola makan sehat bergizi seimbang, rendah garam dan lemak jenuh

2. Rutin beraktivitas fisik hampir setiap hari minimal 60 menit

3. Membatasi interaksi anak dengan gadget

4. Secara berkala melakukan pemeriksaan kesehatan 

Selain itu, sebagai orang tua juga penting ya BeeFams untuk memberikan contoh yang baik dengan turut melakukan tips-tips di atas agar sama-sama mencegah risiko diabetes.

5 Gejala Diabetes pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Meski secara umum gejala diabetes tipe 1 dan 2 mirip dan sulit dibedakan, bahkan sebagian anak tidak merasakan keluhan atau gejala, tapi sebagian anak lain timbul gejala seperti berikut ini:

1. Anak sering haus dan sering buang air kecil

Berlebihnya kadar gula darah yang dibuang melalui urine membuat anak jadi sering buang air kecil, bahkan ada yang sampai mengompol. Banyaknya cairan tubuh yang keluar pun membuat anak lebih cepat haus dan lebih banyak minum.

2. Sering lapar tapi tetap lemas

Ketika mengidap diabetes, tubuh anak kesulitan memproduksi energi karena terganggunya fungsi atau berkurangnya insulin. Sehingga, anak sering kali lapar dan banyak makan agar mendapat energi.

3. Menurunnya berat badan tanpa sebab jelas

Walaupun porsi makan anak lebih banyak dari biasanya, tapi anak yang mengalami diabetes justru turun berat badannya. Tidak adanya pasokan energi dari gula membuat jaringan otot dan lemak yang disimpan menyusut. Nah, turunnya berat badan tanpa sebab jelas sering jadi tanda pertama diabetes pada anak.

 4. Tampak lesu dan cepat lelah 

Energi yang berkurang dalam tubuh membuat anak yang menderita diabetes tampak lebih lesu, lemah, dan cepat lelah. Walaupun anak sudah makan dalam porsi besar bisa tetap kelihatan lesu.

 5. Luka sulit sembuh

Tingginya kadar gula darah membuat anak dengan diabetes sulit sembuh jika memiliki luka ketika mengalami cedera. Diabetes juga bisa membuat anak berisiko terserang infeksi.

BeeFams, selain itu, kulit anak yang menderita diabetes juga bisa menjadi gelap karena resistensi insulin, seperti di area leher dan ketiak atau disebut juga dengan akantosis nigrikans. Kalau tanda-tanda tersebut mulai muncul, segera konsultasikan ke dokter, ya! 

Hidup Sehat Tanpa Takut Manis

Menjaga kesehatan anak bukan berarti mereka harus sepenuhnya menjauh dari rasa manis, lho! Namun, kita tetap harus tahu cara tepat mengatur asupan gula dan memilih sumber manis yang lebih aman.

Terlalu banyak konsumsi gula bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 2, apalagi anak jarang beraktivitas atau terbiasa dengan minuman dan camilan manis setiap hari. Kabar baiknya, hidup sehat tetap bisa terasa manis, asal tahu caranya dan bisa dimulai dengan:

1. Mengurangi penggunaan gula rafinasi (gula pasir)

2. Membiasakan anak makan buah segar sebagai camilan manis alami

3. Mengganti gula dengan pemanis alami yang lebih sehat salah satu alternatifnya dengan HDI Clover Honey.

Madu murni berkualitas tinggi ini bisa jadi pilihan karena bisa menjadi sumber energi dan pengganti gula yang aman dikonsumsi dalam jumlah wajar untuk penderita diabetes. 

HDI Clover Honey juga memiliki nilai indeks glikemik (53) dan indeks insulin (49) yang tergolong rendah. Ditambah, mengandung vitamin dan mineral penting untuk tubuh dan bisa melindungi saluran pencernaan.

Spesial menyambut World Diabetes Day bulan ini, mulai 5-30 November 2025 nikmati promo Sweet Honey! Dengan belanja minimal satu Better Set (Better Inside/ Better Outside), kamu bisa dapat HDI Clover Honey 500g dengan harga spesial, diskon hingga 20%!

Yuk, segera ke hdi.com atau kunjungi HDI Center terdekat di kotamu sebelum kehabisan! •


Sumber:

· https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20250429143643-255-1223925/terus-meningkat-hampir-2-ribu-anak-di-ri-idap-diabetes-tipe-1 

· https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20230202091237-33-410301/kasus-diabetes-anak-meningkat-70-kali-lipat-kenali-gejalanya 

· https://www.kompas.id/artikel/prevalensi-anak-dengan-diabetes-tipe-1-di-indonesia-melonjak 

· https://www.halodoc.com/artikel/kasusnya-terus-meningkat-ini-8-penyebab-diabetes-pada-anak 

· https://www.alodokter.com/diabetes-pada-anak-penyebab-risiko-dan-gejala 

· https://www.halodoc.com/artikel/ini-4-cara-ampuh-mencegah-diabetes-tipe-2-pada-anak 



Copyrights © 2026 by HDI. All Rights Reserved.
TUV-SUD KAN